Skip to content

Bayang Rantai Peredaran Narkoba dari Lapas Kelas IIB Sungailiat Selalu Menghantui!! Bukan Hanya Rotasi Tapi Tindakan Tegas Perlu Dilakukan

admin August 19, 2026

BANGKA, rajabelis.com — Pergantian atau rotasi pejabat di lingkungan instansi pemerintahan sudah bukan hal yang baru lagi. Dalam dunia birokrasi, praktik ini memang menjadi bagian dari dinamika organisasi yang dijalankan secara berkala, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dan hal itu terjadi kembali pada hari ini, Rabu (19/08/2026), di mana berlangsung rotasi jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sungailiat, Kabupaten Bangka. Dadang Rais Saputro menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Jayadi.

Rotasi Sebagai Dinamika Birokrasi

Secara prinsip, rotasi pejabat dilakukan dengan tujuan-tujuan tertentu, antara lain:

– Menyegarkan suasana organisasi dan mencegah kejenuhan dalam menjalankan tugas

– Meningkatkan kompetensi dan wawasan aparatur melalui penugasan di berbagai bidang

– Mencegah praktik penyalahgunaan wewenang yang mungkin timbul akibat terlalu lama menduduki jabatan tertentu

– Mempercepat proses reformasi birokrasi dengan menempatkan orang-orang yang dianggap mampu pada posisi strategis

Sebuah sistem yang wajar, diharapkan roda pemerintahan terus berjalan dinamis dan tidak berjalan di tempat. Namun di balik pergantian ini, satu pertanyaan besar mengemuka di kalangan masyarakat: Apakah rotasi saja cukup untuk menutup celah pelanggaran yang selama ini terjadi di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut?

Bayang-bayang Narkoba yang Membayangi

Harapan itu muncul bukan tanpa alasan. Sebelum pergantian pimpinan ini, Lapas Kelas IIB Sungailiat sempat dihebohkan dengan sejumlah pemberitaan viral di berbagai media online yang sangat memprihatinkan:

1. Dugaan Penipuan & Transaksi Ekstasi Palsu

Pemberitaan mengenai dugaan penipuan transaksi narkoba jenis ekstasi sebanyak 53 butir yang diduga palsu, dengan nilai kerugian mencapai Rp 16.750.000 Transaksi tersebut disebut-sebut berujung kembali ke pihak yang berada di dalam Lapas Sungailiat.

2. Dugaan Jaringan Narkoba Dikendalikan dari Dalam Lapas

Seorang warga binaan berinisial D alias Devano, dijuluki “Badak”, yang menempati Kamar 4 Blok A Lapas Bukit Semut Sungailiat, diduga masih mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji besi. Meski menjalani masa pidana, ia disebut-sebut masih mampu berkomunikasi dengan pihak di luar dan mengatur aktivitas peredaran narkotika.

3. Dugaan Pesta Narkoba di Dalam Lapas

Kabar yang tak kalah menghebohkan adalah pemberitaan mengenai adanya pesta narkoba di dalam lingkungan Lapas Kelas IIB Sungailiat yang diduga dilakukan oleh warga binaan bernama Ratomi. Pemberitaan ini sempat viral namun sayangnya akses berita tersebut kini tidak dapat lagi diakses (404 Not Found), sehingga kejelasan kasus ini pun turut hilang tanpa kejelasan resmi.

Link berita tercantum :

Devano Alias Badak, WBP Lapas Bukit Semut Sungailiat Diduga Kendalikan Peredaran Narkoba dari Balik Jeruji

Devano Alias Badak, WBP Lapas Bukit Semut Sungailiat Diduga Kendalikan Peredaran Narkoba dari Balik Jeruji

Devano Alias Badak, WBP Lapas Bukit Semut Sungailiat Diduga Kendalikan Peredaran Narkoba dari Balik Jeruji

https://targetkriminal.com/daerah/rp-1675-juta-melayang-53-butir-ekstasi-diduga-palsu-transaksi-disebut-berujung-ke-balik-jeruji-lapas-sungailiat/

Heboh! Warga Binaan Lapas Bukit Semut Sungailiat Diduga Tipu Transaksi Ekstasi, 53 Butir Palsu dan Rp16,75 Juta Melayang

Dari Balik Jeruji Lapas Sungailiat, Dugaan Penipuan Ekstasi Palsu Rp16,75 Juta Terungkap

Dari Balik Jeruji Lapas Sungailiat, Dugaan Penipuan Ekstasi Palsu Rp16,75 Juta Terkuak

https://www.bangkakriminal.web.id/2026/08/bagaimana-bisa-adanya-pesta-narkoba-di_0150666733.html?m=1

Pertanyaan Kunci: Apakah Cukup Hanya Ganti Pemimpin?

Deretan persoalan serius tersebut mulai dari peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam, dugaan penipuan bernilai Rp. 16.750.000 hingga dugaan pesta narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan — menunjukkan adanya celah pengawasan yang cukup mendasar. Masyarakat pun berharap Kepala Lapas yang baru, Jayadi, tidak hanya sekadar mengganti kursi, namun benar-benar menutup semua celah tersebut.

Publik bertanya:

– Apakah ada pemeriksaan menyeluruh terkait dugaan keterlibatan pihak petugas yang memungkinkan narkoba masuk dan beredar di dalam lapas?

– Apakah pengawasan terhadap alat komunikasi warga binaan akan diperketat secara signifikan?

– Bagaimana dengan kasus-kasus yang sudah viral sebelumnya — apakah akan ditindaklanjuti secara tuntas dan transparan?

– Apakah sistem pengawasan akan dievaluasi secara menyeluruh, bukan sekadar mengganti pimpinan?

Rotasi Harus Disertai Perubahan Nyata

Rotasi pimpinan adalah langkah awal yang baik. Namun masyarakat berharap, pergantian ini bukan sekadar seremoni birokrasi. Jayadi diharapkan mampu membawa perubahan yang nyata: memperketat pengawasan, menindak tegas siapa pun yang terlibat, dan memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan yang seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan tempat peredaran narkoba.

Rakyat tidak menunggu janji mereka menunggu bukti bahwa jeruji besi benar-benar berfungsi menahan kejahatan, bukan sekadar hiasan.

Catatan: Seluruh dugaan yang dimuat dalam berbagai pemberitaan tersebut masih memerlukan verifikasi dan pembuktian resmi dari pihak berwenang. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku. Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak Lapas Kelas IIB Sungailiat untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait seluruh persoalan yang dimaksud. (Tim Nas Babel).

Share: