Skip to content

Sempat Beraktivitas Dua Minggu, Kini Ponton Gerbox Milik Oknum Korem Vakum di DAS Teluk Bayur

admin August 17, 2026

PANGKALPINANG, rajabelis.com — Sebuah unit ponton gerbox milik oknum anggota Korem 045 Gaya telah tiga hari ini tidak beraktivitas pada kawasan DAS Teluk Bayur, Kecamatan Bukit Intan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebelumnya satu unit ponton gerbox tersebut beroperasi secara terang-terangan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Teluk Bayur, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang terhitung dua minggu (Awal bulan Agustus 2026 hingga Tanggal 14 Agustus 2026).

Yang menghebohkan warga yakni alat penambangan tersebut diduga dikuasai dan dilindungi oleh seorang oknum anggota TNI dari Korem 045 Gaya yang berinisial “NG”.

Dengan adanya informasi yang didapat oleh Tim Redaksi, diharapkan pihak aparat kepolisian khususnya Polres Pangkalpinang melalui jajarannya yakni Satpolairud Polres Pangkalpinang, Polsek Bukit Intan segera

1. Lakukan penyisiran guna mengetahui kebenaran info adanya aktifitas pertambangan timah yang dilakukan oknum Korem tersebut.

2. Tertibkan, singkirkan ponton dan segera buktikan jika penegakan hukum tak pandang pilih terhadap sesama aparat penegak hukum.

Kerusakan Nyata yang Mengancam Kehidupan

Penambangan di sungai ini bukan sekadar pelanggaran aturan, namun merusak sumber kehidupan warga secara langsung. Dampaknya terlihat dan dirasakan sehari-hari:

1. Sungai Dangkal, Banjir Makin Dekat

Lumpur dan pasir sisa penambangan terbuang ke aliran air, menyebabkan pendangkalan dan penyempitan sungai. Kapasitas tampung air menurun drastis, risiko banjir saat musim hujan meningkat tajam.

2. Air Keruh & Tercemar Logam Berat

Air sungai kini keruh dan mengandung timbal (Pb), kadmium (Cd), arsen (As), serta penurunan kadar keasaman. Sungai yang dulunya menjadi andalan warga kini tidak layak dipakai.

3. Ekosistem Hancur, Ikan Hilang

Habitat ikan dan biota air rusak total. Ikan lokal punah atau pergi, merampas mata pencaharian dan merusak keseimbangan alam perairan.

4. Ancaman Banjir Lebih Parah

Sungai dangkal dan tanah gundul membuat air hujan meluap seketika. Warga dikhawatirkan menghadapi banjir yang lebih dahsyat dari sebelumnya.

5. Krisis Air Bersih dan Bahaya Kesehatan

Warga tak lagi memiliki air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Paparan logam berat berisiko menimbulkan penyakit kulit, gangguan pencernaan, hingga keracunan kronis jangka panjang. Limbah juga mengancam lahan pertanian warga.

Pertanyaan kini melayang: Apakah seragam dan pangkat dapat dijadikan perisai untuk merusak sungai milik rakyat? Atau hukum tetap berlaku sama, tanpa memandang siapa pelakunya?

Rakyat menunggu jawaban, bukan kata-kata.

Dalam pemberitaan sebelumnya tertanggal 13 Agustus 2026 dibeberapa media dikabarkan jika ponton gerbox tersebut beroperasi terang-terangan dan siapa yang berani hentikan. 

“Beroperasi tiap hari, bos. Satu unit ponton itu di daerah aliran sungai itu. Maklum lah punya oknum TNI, siapa yang berani menghentikannya?” ungkap warga berinisial TU, penuh keberatan namun tak berani bertindak.

Sumber lain, AB, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi, membenarkan kelanjutan kegiatan tersebut.

“Sempat berhenti, tapi hampir dua minggu ini berjalan lagi. Lokasinya tetap di sana sejak beberapa bulan lalu dan tidak pernah pindah-pindah. Secara logika, kalau tidak menghasilkan bijih timah, untuk apa bertahan di situ berbulan-bulan? Artinya pekerjaan itu menghasilkan uang,” tegasnya.

Warga menyampaikan kekhawatiran sekaligus ketidakberdayaannya. Sungai itu milik bersama, namun tak ada yang berani melarang.

“Seandainya ada yang berani melarang, pasti ponton itu sudah diangkat ke darat dan aktivitasnya berhenti,” tambahnya.

Catatan: Seluruh pihak terkait berhak memberikan penjelasan dan klarifikasi secara terbuka. Ruang jawab tetap terbuka seluas-luasnya. (Tim Nas Babel).

Share: